Berita
22 Jan 2026
Penulis : Folber Siallagan
Hiu Paus Terdampar di Selatan Jawa kian Marak
Kasus hiu paus mati terdampar di pesisir Selatan Pulau Jawa kian marak dalam tiga tahun terakhir. Yang terbaru adalah seekor hiu paus sepanjang 5,2 meter ditemukan mati terdampar di Pantai Pasir Puncu, Purworejo, Jawa Tengah. Total dalam tiga tahun terakhir tercatat 24 ekor hiu paus telah mati terdampar di sepanjang pesisir Selatan Pulau Jawa.
Menurut data LPSPL Serang Wilker Yogyakarta, puncak keterdamparan terjadi pada kuartal keempat setiap tahun, terutama Oktober-November.
Focal Species Conservation Senior Manager Konservasi Indonesia, Mochamad Iqbal Herwata Putra, menjelaskan bahwa fenomena oseanografi berupa upwelling penurunan suhu permukaan laut dan peningkatan produktivitas perairan menjadi magnet bagi hiu paus untuk mencari makan.
“Namun perubahan iklim dapat menggeser distribusi mangsa, memicu cuaca ekstrem, angin kencang, dan gelombang tinggi. Kondisi ini meningkatkan risiko terhadap kesehatan hiu paus,” ujar Iqbal.
Tak hanya faktor alamiah, ancaman antropogenik seperti pencemaran perairan, by-catch, dan tabrakan kapal juga menjadi pemicu utama. Pada kasus di Kebumen, misalnya, seekor hiu paus terbukti mengalami keracunan logam berat. Iqbal menilai, kondisi serupa sangat mungkin terjadi di Purworejo.
Kepala DLHP Purworejo, Wiyoto Harjono, mengatakan bahwa perubahan suhu dan salinitas laut dapat mengganggu navigasi hiu paus saat migrasi. Ia menambahkan, gangguan internal pada organ pencernaan dan pernapasan juga dapat membuat hiu kehilangan orientasi. (*)
Berita Lainnya