Berita
25 Jan 2026
Penulis : Folber Siallagan
Selamat, 15 Hari Terjebak di Tengah Laut Tanpa Makanan-Minunan
Perjuangan 15 warga Filipina ini untuk bertahan hidup patut diapresiasi. Selama 15 hari mereka terombang-ambing di tengah laut tanpa makan dan minum. Apapun mereka lakukan untuk tetap bertahan hidup tanpa bekal makanan dan minuman di kapal. Akhirnya mereka berhasil selamat setelah ditemukan oleh nelayan Sulawesi.
Ke 15 orang Warga Negara Asing (WNA) dari Filipina ini terombang-ambing di tengah laut setelah speed boat yang mereka tumpangi dari Filipina mogok. Belasan hari mereka terjebak di tengah laut tanpa mampu meminta pertolongan orang lain. Hingga arus laut menyeret mereka hingga ke perairan laut Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia.
Dua orang lainnya dilaporkan terjun ke laut untuk mengurangi beban kapal, saat berada di tengah perairan.
Para korban diketahui terdiri dari 6 orang dewasa dan 9 orang anak-anak. Mereka diduga berasal dari Malaysia dan bermaksud menyeberang menuju Filipina.
Namun, akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi, speed boat yang mereka tumpangi kehilangan kendali hingga akhirnya hanyut dan terbawa arus, sampai ke wilayah perairan Sulawesi, tepatnya di laut Kabupaten Buol.
Korban pertama kali ditemukan pada pukul 08.00 Wita, di wilayah laut Buol sekitar 72 mil dari daratan, oleh seorang nelayan Buol bernama Cici warga Lingkungan Poyapi, Kelurahan Buol, Kecamatan Biau, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.
Saat itu, Cici tengah menuju rompong, lokasi yang biasa digunakan nelayan untuk memancing ikan, sebelum akhirnya melihat speed boat berisi para korban dalam kondisi sangat memprihatinkan.
Berdasarkan keterangan para korban, selama 15 hari terombang-ambing di laut lepas, mereka bertahan hidup dalam kondisi serba terbatas. Untuk makanan, para korban hanya mengonsumsi gabus dan potongan kayu yang hanyut di laut.
Sementara untuk minum mereka menunggu air hujan turun, bahkan sesekali terpaksa meminum air laut demi mempertahankan hidup.
Dalam upaya menyelamatkan diri, dua orang penumpang terpaksa terjun ke laut guna mengurangi beban speed boat agar tidak tenggelam. Selain itu, dua unit mesin tempel berkekuatan 40 PK juga dibuang ke laut untuk menjaga keseimbangan kapal di tengah gelombang besar.
Selain mengalami kelelahan ekstrem dan dehidrasi berat, seluruh korban juga dilaporkan mengalami luka bakar pada kulit akibat terik matahari, setelah berhari-hari terpapar panas tanpa perlindungan memadai selama berada di laut terbuka.
Setelah berhasil dievakuasi oleh nelayan dan pihak terkait, seluruh korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mokoyurli Kabupaten Buol, untuk mendapatkan pelayanan kesehatan intensif. (*)
Berita Lainnya